Pengemasan, Labelling, dan Penyimpanan Sediaan Supositoria

Pengemasan Supositoria
Suppositoria gliserin dan suppositoria gelatin gliserin
umumnya dikemas dalam wadah gelas. Lalu ditutup rapat
supaya mencegah perubahan kelembapan dalam
isi suppositoria. Suppositoria yang diolah dengan basis oleum cacao
biasanya dibungkus terpisah-pisah atau dipisahkan satu
sama lainnya pada celah
celah dalam kotak untuk mencegah terjadinya hubungan antar suppositoria
tersebut dan mencegah perekatan. Suppositoria dengan kandungan obat yang
sedikit pekat
biasanya dibungkus satu per satu dalam bahan tidak tembus cahaya sepertilembaran
metal ( alufoil ). Sebenarnya kebanyakan suppositoria yang terdapat di pasaran
di bungkus dengan alufoil atau bahan plastic satu per satu.
Beberapa diantaranya dikemas dalam suatu kemasan yang
kemasannya berupa strip kontinu berisi suppositoria yang dipisahkan dengan merobek lubang-lubang yang
terdapat diantara suppositoria tersebut. Suppositoria ini biasa juga dikemas
dalam kotak dorong ( slide box ) atau dalam kotak plastic.
Penyimpanan Supositoria
Karena suppositoria tidak tahan panas pengaruh panas maka
perlu menjaga dalam tempat yang dingin. Suppositoria yang basisnya oleum cacao
harus disimpan di bawah suhu 30 derajat Fahrenheit danakan lebih baik bila
disimpan dalam lemari es. Suppositoria gelatin gliserin baik sekali
bila disimpan di bawah 30 derajat Fahrenheit.
Suppositoria dengan basis polietilen glikol mungkin dapat
disimpan dalam suhu ruangan biasa tanpa pendinginan. Supositoria yang disimpan
dalam lingkungan yang kelembaban nisbinya tinggi mungkin akan menarik uap air
dan cenderung menjadi seperti spon sebaliknya bila disimpan dalam tempat
yang kering sama sekali mungkin akan kehilangan kelembapannya
sehingga akan menjadi rapuh.
Labelling Supositoria
Untuk pelabelan supositoria harus mengandung :
1. Nama dan jumlah senyawa aktif yang terkandung .
2. Sediaan tidak boleh ditelan.
3. Tanggal sediaan tidak boleh digunakan lagi.
4. Kondisi penyimpanan sediaan.
