Wednesday, February 20, 2019

Pengemasan, Labelling, dan Penyimpanan Sediaan Supositoria


Pengemasan, Labelling, dan Penyimpanan Sediaan Supositoria




Pengemasan Supositoria
Suppositoria gliserin dan suppositoria gelatin gliserin umumnya dikemas dalam wadah gelas. Lalu ditutup rapat supaya mencegah perubahan kelembapan dalam isi suppositoria. Suppositoria yang diolah dengan basis oleum cacao biasanya dibungkus terpisah-pisah atau dipisahkan satu sama lainnya pada celah celah dalam kotak untuk mencegah terjadinya hubungan antar suppositoria tersebut dan mencegah perekatan. Suppositoria dengan kandungan obat yang sedikit pekat biasanya dibungkus satu per satu dalam bahan tidak tembus cahaya sepertilembaran metal ( alufoil ). Sebenarnya kebanyakan suppositoria yang terdapat di pasaran di bungkus dengan alufoil atau bahan plastic satu per satu.
Beberapa diantaranya dikemas dalam suatu kemasan yang kemasannya berupa strip kontinu berisi suppositoria yang dipisahkan dengan merobek lubang-lubang yang terdapat diantara suppositoria tersebut. Suppositoria ini biasa juga dikemas dalam kotak dorong ( slide box ) atau dalam kotak plastic.

Penyimpanan Supositoria
Karena suppositoria tidak tahan panas pengaruh panas maka perlu menjaga dalam tempat yang dingin. Suppositoria yang basisnya oleum cacao harus disimpan di bawah suhu 30 derajat Fahrenheit danakan lebih baik bila disimpan dalam lemari es. Suppositoria gelatin gliserin baik sekali bila disimpan di bawah 30 derajat Fahrenheit.
Suppositoria dengan basis polietilen glikol mungkin dapat disimpan dalam suhu ruangan biasa tanpa pendinginan. Supositoria yang disimpan dalam lingkungan yang kelembaban nisbinya tinggi mungkin akan menarik uap air dan cenderung menjadi seperti spon sebaliknya bila disimpan dalam tempat yang kering sama sekali mungkin akan kehilangan kelembapannya sehingga akan menjadi rapuh.

Labelling Supositoria
Untuk pelabelan supositoria harus mengandung :
1. Nama dan jumlah senyawa aktif yang terkandung .
2. Sediaan tidak boleh ditelan.
3. Tanggal sediaan tidak boleh digunakan lagi.
4. Kondisi penyimpanan sediaan.